Industrial Grade vs Commercial Grade, Apa Perbedaannya?

1. Pengertian Industrial Grade dan Commercial Grade

Dalam dunia teknologi dan otomasi industri, pemilihan perangkat atau device tidak hanya mempertimbangkan fungsi dan harga. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah ketahanan terhadap lingkungan operasional, keandalan, rentang suhu kerja, serta kemampuan menghadapi gangguan listrik dan elektromagnetik.

Dua istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan karakteristik perangkat tersebut adalah industrial grade dan commercial grade.

Industrial grade mengacu pada perangkat yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan lingkungan industri yang dapat memiliki kondisi operasional lebih berat, seperti suhu tinggi, getaran mesin, gangguan elektromagnetik, dan operasi dalam waktu lama.

Sementara itu, commercial grade umumnya mengacu pada perangkat yang ditujukan untuk lingkungan komersial, perkantoran, atau penggunaan umum dengan kondisi lingkungan yang relatif terkendali.

Perlu dipahami bahwa kedua istilah tersebut bukan klasifikasi universal dengan batas spesifikasi yang selalu sama. Karakteristik aktual setiap perangkat harus diperiksa melalui datasheet dan dokumentasi produsennya.

2. Perbedaan Industrial Grade dan Commercial Grade

DIS-100G-10 Industrial 8-Port 1G + 2-Port 1G SFP Unmanaged Switch | D-Link UK
D-Link 8-Port Gigabit Smart Managed Switch | Web Managed | Cable Diagn – D-Link Systems, Inc

Perbedaan utama kedua jenis perangkat tersebut terletak pada lingkungan penggunaan yang ditargetkan dan spesifikasi teknis yang ditawarkan.

ParameterIndustrial GradeCommercial Grade
Lingkungan operasiArea produksi, panel kontrol, dan fasilitas industriKantor, ruang komersial, dan penggunaan umum
Suhu operasiSering tersedia opsi rentang suhu yang lebih luasUmumnya untuk lingkungan bersuhu terkendali
Getaran dan benturanModel tertentu dirancang untuk getaran mesinUmumnya untuk penggunaan yang lebih ringan
EMC/EMIDapat memiliki ketahanan gangguan elektromagnetik yang lebih tinggiSesuai dengan lingkungan dan standar yang ditargetkan
Catu dayaDapat mendukung suplai DC industri dan redundansiMengikuti kebutuhan perangkat komersial
PemasanganDIN rail, panel, kabinet, atau enclosure industriMeja, rak jaringan, atau instalasi umum
Perlindungan lingkunganTersedia model dengan rating IP yang sesuai untuk kondisi beratUmumnya ditujukan untuk area terlindung
HargaUmumnya lebih tinggiUmumnya lebih ekonomis

Sebagai contoh, sebuah industrial Ethernet switch mungkin memiliki rentang suhu operasi −40 hingga +75°C, sedangkan switch komersial mungkin ditujukan untuk rentang suhu yang lebih sempit.

Angka tersebut hanyalah contoh. Rentang suhu, rating IP, dan ketahanan EMC harus dikonfirmasi berdasarkan spesifikasi model yang akan digunakan.

3. Contoh Perangkat Industrial Grade dalam Otomasi Industri

Berikut beberapa jenis perangkat yang sering dijumpai dalam sistem otomasi industri.

A. Industrial Ethernet Switch

FLEXtra PROFINET Switch Connects IT and Control Worlds with Flexible Port Assignment | Product Innovations | News | Service & Support | Helmholz

Industrial Ethernet switch digunakan untuk menghubungkan PLC, HMI, SCADA, remote I/O, dan perangkat kontrol lainnya melalui jaringan Ethernet.

Pada aplikasi industri, beberapa model menyediakan fitur seperti:

  • Pemasangan pada DIN rail.
  • Catu daya DC, termasuk input daya redundan pada model tertentu.
  • Rentang suhu operasi yang luas.
  • Ketahanan terhadap gangguan elektromagnetik sesuai spesifikasi.
  • Fitur manajemen jaringan, diagnostik, dan redundansi pada model tertentu.

Commercial Ethernet switch juga dapat digunakan pada sistem pendukung di ruang kontrol atau kantor. Namun, kesesuaiannya untuk jaringan kontrol harus dievaluasi berdasarkan kondisi lingkungan dan persyaratan jaringan.

B. PLC dan Controller

Réalisation d'armoires électriques d’automatisme - CG Automation

Programmable Logic Controller (PLC) dirancang untuk menjalankan logika kontrol mesin atau proses industri. PLC umumnya memiliki siklus pemindaian program, antarmuka input/output, dan fasilitas diagnostik yang sesuai dengan keluarga produknya.

Contoh penerapannya meliputi pengendalian motor, pompa, conveyor, valve, serta integrasi dengan HMI dan SCADA.

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua controller memiliki kemampuan yang sama. Spesifikasi suhu, ketahanan getaran, dukungan komunikasi, dan kemampuan diagnostik berbeda menurut model.

C. Industrial Power Supply

Industrial Switching Power Supply for Control Cabinets

Power supply industri sering digunakan untuk menyediakan tegangan 24 VDC bagi PLC, sensor, transmitter, relay, dan perangkat komunikasi.

Parameter yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Rentang tegangan masukan dan keluaran.
  • Arus keluaran kontinu dan kemampuan menangani beban sesaat.
  • Proteksi terhadap hubung singkat dan beban berlebih.
  • Ketahanan terhadap transien listrik.
  • Dukungan redundansi dan pemantauan status, jika dibutuhkan.

Contoh perangkat yang dapat dipelajari adalah TDK-Lambda DRF240-24-1, power supply DIN rail dengan keluaran 24 VDC dan 10 A.

D. Industrial PC (IPC)

Komputer przemysłowy z PoE GigaIPC Core i5-1340P 10xLAN 16GB RAM DDR5 SSD 480GB QBiX-Expert-RPLA1340PH-A1

Industrial PC digunakan untuk kebutuhan komputasi di lingkungan industri, misalnya menjalankan aplikasi HMI, SCADA, pengumpulan data produksi, historian, dan analisis data.

Sebagian IPC menggunakan desain fanless untuk mengurangi kebutuhan kipas dan masuknya debu melalui aliran udara. Namun, desain fanless tidak otomatis berarti perangkat tahan debu atau air. Rating IP dan batas suhu tetap harus diperiksa.

Komputer komersial juga dapat menjalankan aplikasi SCADA dengan baik apabila spesifikasi, lingkungan pemasangan, sistem operasi, dan kebutuhan ketersediaannya sesuai.

4. Apakah Commercial Grade Bisa Digunakan di Industri?

Jawabannya: bisa, selama perangkat memenuhi persyaratan aplikasi dan kondisi instalasi.

Sebagai contoh, komputer komersial dapat digunakan sebagai engineering workstation di ruang kontrol yang memiliki pendingin udara. Switch komersial mungkin sesuai untuk jaringan kantor yang terpisah dari jaringan kontrol produksi.

Sebaliknya, penggunaan perangkat komersial di dekat mesin yang menghasilkan panas dan getaran tinggi perlu dievaluasi dengan lebih cermat.

Pertimbangkan tiga hal berikut:

  1. Lingkungan operasi. Apakah perangkat akan terpapar suhu tinggi, debu, kelembapan, getaran, atau gangguan listrik?
  2. Dampak kegagalan. Apakah kegagalan perangkat hanya mengganggu pekerjaan kantor atau dapat menghentikan proses produksi?
  3. Persyaratan proyek. Apakah ada ketentuan mengenai sertifikasi, rentang suhu, redundansi, keamanan, atau dukungan jangka panjang?

Pemilihan perangkat sebaiknya mempertimbangkan biaya total kepemilikan (Total Cost of Ownership), termasuk biaya pembelian, pemeliharaan, penggantian, dan potensi downtime. Harga awal yang lebih murah belum tentu menghasilkan biaya operasional yang lebih rendah.

5. Parameter Penting yang Perlu Diperiksa pada Datasheet

Sebelum membeli atau memasang perangkat, periksa parameter teknis berikut.

ParameterHal yang harus diperiksa
Operating temperatureBatas suhu selama perangkat beroperasi
Storage temperatureBatas suhu saat perangkat disimpan dalam kondisi tidak beroperasi
IP ratingTingkat perlindungan terhadap masuknya debu dan air
EMC immunityKetahanan terhadap gangguan elektromagnetik
Vibration and shockKetahanan terhadap getaran dan benturan
Power inputTegangan, arus, proteksi, dan kebutuhan redundansi
MTBFIndikator statistik keandalan, bukan jaminan umur perangkat
CertificationStandar dan sertifikasi yang relevan dengan aplikasi
Warranty and supportGaransi, ketersediaan suku cadang, serta dukungan teknis

Sebagai contoh, standar IEC 61000-6-2 berkaitan dengan imunitas EMC untuk lingkungan industri. Namun, jangan berasumsi suatu perangkat memenuhi standar tersebut hanya karena dipasarkan sebagai industrial grade. Periksa deklarasi kesesuaian atau dokumentasi resmi produsennya.

Untuk area berbahaya yang berpotensi mengandung gas atau uap mudah terbakar, diperlukan evaluasi tambahan terhadap persyaratan peralatan untuk area berbahaya. Label industrial grade saja tidak membuktikan bahwa perangkat aman digunakan di area tersebut.

6. Hubungan Industrial Grade dengan Keandalan Sistem

Dalam sistem otomasi industri, kegagalan satu perangkat dapat berdampak pada perangkat lain yang terhubung dengannya.

Misalnya, jika sebuah switch Ethernet mengalami gangguan, komunikasi antara PLC, remote I/O, dan SCADA dapat terputus, bergantung pada topologi dan desain sistem. Dampaknya bisa berupa hilangnya pemantauan, alarm komunikasi, atau gangguan proses kontrol.

Penggunaan perangkat dengan spesifikasi yang sesuai dapat membantu mengurangi risiko tersebut. Akan tetapi, keandalan sistem tidak hanya ditentukan oleh kelas perangkat.

Desain jaringan, redundansi, ventilasi panel, kualitas catu daya, proteksi listrik, konfigurasi, dan pemeliharaan juga berperan penting.

Penting pula membedakan industrial grade dari safety-rated. Perangkat industrial grade tidak otomatis memenuhi persyaratan fungsi keselamatan atau tingkat integritas keselamatan (SIL). Untuk fungsi keselamatan, pemilihan perangkat dan desain sistem harus mengikuti standar serta persyaratan keselamatan yang berlaku.

Kesimpulan

Industrial grade dan commercial grade menggambarkan perbedaan sasaran penggunaan dan karakteristik desain perangkat. Industrial grade umumnya menawarkan pilihan yang lebih sesuai untuk lingkungan industri yang menuntut ketahanan terhadap kondisi operasional berat. Commercial grade dapat menjadi pilihan yang efektif untuk lingkungan terkendali dan aplikasi yang sesuai.

Tidak ada satu kategori yang selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua kondisi. Pilih perangkat berdasarkan spesifikasi datasheet, risiko kegagalan, kondisi instalasi, dan kebutuhan sistem.

Dengan pendekatan tersebut, pemilihan perangkat dapat lebih tepat dari sisi teknis, keandalan, dan biaya operasional.

Scroll to Top