
Arsitektur SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) menentukan bagaimana komputer SCADA, server, client/operator station, PLC/RTU, database, dan jaringan saling terhubung dalam sebuah sistem otomasi industri.
Pemilihan arsitektur SCADA tidak hanya berkaitan dengan jumlah komputer, tetapi juga dengan jumlah operator, jumlah PLC/RTU, kebutuhan skalabilitas, availability, historian, serta kebutuhan redundancy.
Secara umum, terdapat tiga arsitektur yang sering dijumpai:
- Stand-Alone SCADA
- Server-Client SCADA
- Redundant Server-Client SCADA
Pada sistem yang semakin besar dan kritis, arsitektur tersebut juga dapat dikembangkan menjadi sistem terdistribusi dengan redundancy pada server, network, controller, historian, dan komponen lainnya.
1. Apa Itu Arsitektur SCADA?
SCADA merupakan sistem yang digunakan untuk monitoring, supervisory control, alarm management, data acquisition, dan historical data pada proses industri.
Dalam implementasinya, SCADA dapat berkomunikasi dengan berbagai perangkat seperti:
- PLC
- RTU
- DCS
- Remote I/O
- Flow computer
- Intelligent electronic device (IED)
- Instrumentasi digital
- Industrial network
Secara sederhana, aliran data dapat digambarkan sebagai:
Sensor / Instrument
↓
PLC / RTU
↓
Industrial Network
↓
SCADA Server
↓
┌──────┼──────┐
↓ ↓ ↓
Client Client Client
Pada sistem yang lebih kompleks, server SCADA dapat dibuat redundant sehingga tersedia server cadangan yang dapat mengambil alih ketika terjadi kegagalan.
Dokumentasi Siemens, misalnya, menjelaskan penggunaan arsitektur client/server untuk sistem SCADA multi-user dan penggunaan redundant server untuk meningkatkan availability.
2. Stand-Alone SCADA
Pada stand-alone SCADA, seluruh fungsi utama SCADA dijalankan pada satu komputer.
┌─────────────────────┐
│ SCADA COMPUTER │
│ │
│ • HMI │
│ • SCADA Runtime │
│ • Alarm │
│ • Historian │
│ • Database │
│ • Communication │
└──────────┬──────────┘
│
Ethernet/Serial
│
┌──────▼──────┐
│ PLC / RTU │
└─────────────┘
Satu komputer dapat menjalankan fungsi:
- HMI/visualization
- komunikasi PLC/RTU
- alarm
- trending
- historian
- database
- data acquisition
Kelebihan Stand-Alone SCADA
- Arsitektur sederhana
- Instalasi relatif mudah
- Biaya lebih rendah
- Maintenance lebih sederhana
- Cocok untuk mesin atau sistem kecil
Kekurangan
Kelemahan utama adalah adanya single point of failure.
Jika komputer SCADA mengalami:
- hardware failure
- operating system failure
- software failure
- power failure
maka fungsi monitoring dan supervisory control dari komputer tersebut dapat terganggu.
Contoh aplikasi
Stand-alone SCADA dapat digunakan pada:
- mesin produksi
- utility kecil
- sistem water treatment skala kecil
- skid package
- laboratory automation
- sistem dengan jumlah tag relatif kecil
3. Server-Client SCADA
Pada arsitektur server-client, fungsi SCADA dipisahkan antara SCADA Server dan SCADA Client.
PLC / RTU
│
▼
┌───────────────┐
│ SCADA SERVER │
│ │
│ Data │
│ Acquisition │
│ Alarm │
│ Historian │
│ Database │
└───────┬───────┘
│
SCADA Network
│
┌─────────┼─────────┐
↓ ↓ ↓
Client 1 Client 2 Client 3
Operator Supervisor Engineer
Server berfungsi sebagai pusat pengelolaan data dan layanan SCADA, sedangkan client digunakan oleh operator atau engineer untuk mengakses informasi dan fungsi supervisory.
Dalam dokumentasi Siemens PCS 7, arsitektur client/server dijelaskan sebagai konfigurasi yang terdiri dari OS server dan beberapa OS client, dengan keuntungan antara lain administrasi data real-time dan historical secara terpusat.
4. Fungsi SCADA Server
SCADA Server dapat menangani beberapa fungsi seperti:
Data Acquisition
Mengambil data dari:
- PLC
- RTU
- DCS
- controller
- I/O system
Alarm Management
Mengelola:
- process alarm
- equipment alarm
- communication alarm
- system alarm
Historian
Menyimpan historical data seperti:
- pressure
- temperature
- flow
- level
- motor status
- valve position
- production data
Data Distribution
Server menyediakan data kepada beberapa SCADA client.
Misalnya:
SCADA Server
│
├── Operator 1
├── Operator 2
├── Supervisor
└── Engineer
Dengan demikian beberapa workstation dapat mengakses informasi proses yang sama.
5. SCADA Client
SCADA Client merupakan workstation yang digunakan untuk berinteraksi dengan sistem SCADA.
Operator dapat menggunakan client untuk:
- melihat mimic/process graphic
- monitoring parameter
- melihat alarm
- acknowledge alarm
- melihat trend
- melihat historical data
- melakukan supervisory control sesuai hak akses
Contohnya:
SCADA SERVER
│
┌───────────┼───────────┐
↓ ↓ ↓
Operator Supervisor Engineer
Client Client Client
Arsitektur client/server juga membuat sistem lebih mudah dikembangkan ketika jumlah operator workstation bertambah. Dokumentasi Siemens menyebutkan bahwa arsitektur SCADA dapat mendukung penambahan client dan konfigurasi terdistribusi sesuai kebutuhan sistem.
6. Redundant Server-Client SCADA
Pada aplikasi yang membutuhkan high availability, satu server dapat menjadi single point of failure.
Solusinya adalah menggunakan redundant SCADA server.
Contohnya:
PLC / RTU
│
▼
┌──────────────────┐
│ Industrial │
│ Network │
└───────┬──────────┘
│
┌──────────┴──────────┐
↓ ↓
┌──────────────┐ ┌──────────────┐
│ SERVER A │◄────►│ SERVER B │
│ ACTIVE │ SYNC │ STANDBY │
└──────┬───────┘ └──────┬───────┘
└──────────┬──────────┘
↓
SCADA CLIENTS
Pada kondisi normal:
Server A = Active
Server B = Standby
Kedua server dapat saling memonitor kondisi dan melakukan sinkronisasi data, tergantung mekanisme redundancy yang disediakan oleh platform SCADA.
Siemens mendokumentasikan konsep redundant server di mana dua server memiliki fungsi yang sama, saling memonitor, dan client dapat berpindah ke server aktif lainnya ketika terjadi kegagalan.
7. Bagaimana Failover Bekerja?
Failover adalah proses perpindahan layanan dari server yang mengalami kegagalan ke server redundant.
Kondisi normal
┌─────────────┐ ┌─────────────┐
│ SERVER A │◄─────►│ SERVER B │
│ ACTIVE │ SYNC │ STANDBY │
└──────┬──────┘ └─────────────┘
│
↓
SCADA CLIENT
Server A menjalankan fungsi utama, sedangkan Server B siap mengambil alih.
Server A mengalami failure
┌─────────────┐
│ SERVER A │
│ FAILED │
└─────────────┘
X
┌─────────────┐
│ SERVER B │
│ ACTIVE │
└──────┬──────┘
│
↓
SCADA CLIENTS
Server B kemudian menjadi server aktif.
Beberapa platform SCADA menggunakan konsep hot standby, di mana kedua server tetap berada di jaringan dan menerima data yang sama sehingga perpindahan dapat dilakukan dengan cepat.
8. Mengapa Redundancy Penting pada Sistem SCADA?
Redundancy digunakan ketika kehilangan fungsi monitoring atau supervisory control dapat memberikan dampak besar terhadap operasi.
Contohnya pada:
- power generation
- oil & gas
- water treatment
- chemical plant
- pharmaceutical plant
- large manufacturing plant
- utility system
- critical infrastructure
Tujuannya bukan sekadar mempunyai dua komputer, tetapi mengurangi kemungkinan single point of failure.
9. Redundancy Tidak Hanya pada Server
Ini merupakan konsep yang sangat penting.
Misalnya:
PLC
│
▼
Switch
│
├── Server A
└── Server B
Server sudah redundant, tetapi hanya ada satu switch.
Jika switch mengalami failure:
PLC
│
X
Switch FAILED
│
├── Server A
└── Server B
Maka komunikasi tetap dapat terputus.
Karena itu pada sistem dengan kebutuhan availability tinggi, redundancy dapat diterapkan pada beberapa layer:
┌───────────────────────────────┐
│ SCADA CLIENT │
└───────────────┬───────────────┘
│
┌────────┴────────┐
│ │
Network A Network B
│ │
Server A Server B
│ │
└────────┬────────┘
│
Redundant Network
│
PLC / Controller
Dokumentasi sistem proses Siemens juga menjelaskan bahwa redundancy dapat diterapkan pada server, historian, network/bus, controller, field network, dan I/O sesuai kebutuhan availability.
10. Perbandingan Tiga Arsitektur SCADA
| Parameter | Stand-Alone | Server-Client | Redundant Server-Client |
|---|---|---|---|
| SCADA Server | Tidak terpisah | 1 | ≥ 2 |
| Client | Umumnya 1 | Banyak | Banyak |
| Centralized Data | Terbatas | Ya | Ya |
| Server Redundancy | Tidak | Tidak | Ya |
| Failover | Tidak | Tidak | Ya |
| Availability | Rendah–menengah | Menengah | Tinggi |
| Scalability | Terbatas | Baik | Sangat baik |
| Kompleksitas | Rendah | Menengah | Tinggi |
| Biaya | Rendah | Menengah | Tinggi |
| Aplikasi | Mesin/sistem kecil | Plant | Sistem kritis |
Pemilihan arsitektur sebaiknya mempertimbangkan ukuran sistem, jumlah tag, jumlah operator, kebutuhan historian, network architecture, availability requirement, dan criticality proses.
11. Contoh Pemilihan Arsitektur
A. Mesin kecil
PLC
│
▼
SCADA PC
Cocok menggunakan:
Stand-Alone SCADA
B. Plant dengan beberapa operator
PLC
│
▼
SCADA SERVER
│
┌───────┼───────┐
↓ ↓ ↓
OP-01 OP-02 ENG-01
Cocok menggunakan:
Server-Client SCADA
C. Critical Process
PLC
│
┌───────┴───────┐
│ │
Network A Network B
│ │
Server A Server B
ACTIVE STANDBY
└───────┬───────┘
│
Clients
Cocok menggunakan:
Redundant Server-Client SCADA
12. Stand-Alone vs Server-Client vs Redundant
Cara mudah mengingatnya:
Stand-Alone
One computer does everything.
Satu komputer menjalankan fungsi SCADA.
Server-Client
Server provides data, clients consume and operate the system.
Server menyediakan data dan layanan kepada beberapa client.
Redundant Server-Client
Two or more servers provide high availability.
Server redundant digunakan untuk mengurangi dampak kegagalan server dan memungkinkan failover.
13. Contoh Arsitektur SCADA pada Plant
Untuk plant yang cukup besar, arsitektur dapat dikembangkan menjadi:
FIELD LEVEL
│
┌──────────┴──────────┐
│ │
PLC 1 PLC 2
│ │
└──────────┬──────────┘
│
CONTROL NETWORK
│
┌──────────┴──────────┐
│ │
SCADA SERVER A SCADA SERVER B
ACTIVE STANDBY
│ │
└──────────┬──────────┘
│
SCADA NETWORK
│
┌─────────────┼─────────────┐
│ │ │
Operator Operator Engineer
Station 1 Station 2 Station
Untuk sistem yang lebih kompleks, dapat ditambahkan:
- historian server
- engineering station
- domain server
- backup server
- redundant network
- firewall
- time synchronization
- reporting server
- web client
- database server
Siemens juga mendokumentasikan arsitektur multi-server dan redundant OS server pada sistem PCS 7.
14. Kesimpulan
Arsitektur SCADA dapat berkembang sesuai kebutuhan sistem.
Stand-alone SCADA cocok untuk sistem sederhana karena seluruh fungsi berada pada satu komputer.
Server-client SCADA lebih sesuai untuk sistem yang membutuhkan beberapa operator workstation dan pengelolaan data secara terpusat.
Sementara itu, redundant server-client SCADA digunakan ketika availability menjadi kebutuhan penting. Dengan dua atau lebih server yang memiliki mekanisme redundancy dan failover, gangguan pada satu server tidak harus menyebabkan seluruh fungsi SCADA berhenti.
Namun, perlu diingat bahwa redundant server saja belum tentu membuat seluruh sistem redundant. Pada aplikasi kritis, desain juga perlu mempertimbangkan redundancy pada network, PLC/controller, historian/database, power supply, dan perangkat komunikasi.
Dengan demikian, pemilihan arsitektur SCADA sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan proses, criticality, availability, scalability, reliability, dan biaya sistem.